Kamis, 27 Mei 2010

SEJARAH SINGKAT MODIFIKASI PERILAKU

REINFORCEMENT, EXTINCTION, PUNISMENT, STIMULUS CONTROL, dan RESPONDENT CONDITIONING

Pengertian

Modifikasi perilaku adalah suatu bentuk perubahan karena adanya upaya modifikasi. Modifikasi perilaku merupakan pokok bahasan dalam lingkup psikologi yang memusatkan perhatiannya untuk menganalisis dan memodifikasi perilaku manusia.

Kegiatan modifikasi perilaku (behavior modification) secara umum mendasarkan kegiatannya pada pemikiran psikologi behaviorisme yang banyak dipengaruhi oleh teori stimulus respon dari Pavlov dan yang kemudian dikembangkan oleh B. F. Skinner. Pada tahun 1938, ia menerbitkan artikel dengan judul the Behavior of Organisms yang di dalamnya menjelaskan hasil eksperimennya pada tikus. Atas dasar hasil eksperimen tersebut ia memperkenalkan konsep dan prinsip operant conditioning yang merupakan hal baru yang sebelumnya hanya dikenal respondent conditioning dari Pavlov (Marthin dan Pear, 1999). Kemudian pada tahun 1953, B. F. Skinner juga menerbitkan buku dengan judul Science and Human Behavior. Dalam buku ini ia menjelaskan penerapan prinsip dasar behaviorisme dalam kehidupan manusia sehari-hari.

Psikologi behaviorisme memandang bahwa perilaku manusi dipengaruhi oleh lingkungannya dan atau akibat dari perilaku itu sendiri (consequence). Mekanisme hubungan antara perilaku manusi dengan lingkungan dan konsekuensinya inilah yang mendapat sorotan utama psikologi behaviorisme. Psikologi behaviorisme memandang bahwa perilaku (behavior) manusia dapat diubah atau dimodifikasi dengan memberikan stimulus dalam lingkungannya. Prinsip inilah yang kemudian menjadi dasar kerja modifikasi perilaku. Lingkungan (environment) yang dimaksud adalah segala sesuatu yang ada disekitar seseorang yang mempengaruhi perilakunya. Obyek seperti manusia, benda, dan kejadian yang membuat perilaku seseorang terpengaruh disebut stimulus atau rangsangan.


Perilaku

Untuk memahami prinsip modifikasi perilaku pertama-tama yang harus dipahami adalah konsep perilaku (behavior itu sendiri). Secara umum behavior didefinisikan sebagai sesuatu yang dikatakan atau dilakukan oleh seseorang (Marthin and Pear, 199:3). Berikut adalah beberapa karakteristik perilaku:

  • Sesuatu yang dilakukan dan dikatakan seseorang.
  • Perilaku memiliki satu atau lebih dimensi yang dapat diukur yaitu frekuensi, durasi, dan intensitas.
  • Perilaku dapat diamati, digambarkan, dicatat/direkam, diukur oleh orang lain atau pelaku itu sendiri.
  • Perilaku mempunyai dampak/pengaruh pada lingkungan.

Perilaku mengikuti hukum/lawful prinsip belajar.

Berdasarkan bisa dan tidaknya perilaku seseorang diamati oleh orang lain, perilaku dapat dibedakan menjadi dua yaitu perilaku yang teramati secara langsung disebut perilaku overt (contohnya: berjalan, berbicara, melempar bola, menendang seseorang) dan perilaku yang tidak dapat diamati secara langsung oleh orang lain disebut perilaku covert (contohnya: seorang mahasiswa saat akan maju presentasi dalam benaknya berkata ”Saya berharap presentasi ini akan berhasil” dan ia tampaknya merasa cemas (detak jantungnya meningkat). Dalam kasus ini, berfikir/thinking dan merasa cemas/feeling merupakan salah satu bentuk perilaku covert).


Karakteristik Modifikasi Perilaku

Modifikasi perilaku adalah kegiatan yang sekarang ini sebagian besar diaplikasikan pada perilaku manusia seperti dalam proses pengajaran, pendidikan jasmani, kesehatan, dan kesejahteraan manusia. Oleh karena itu dalam melakukan praktek modifikasi perilaku harus memperhatikan prinsip dan etika modifikasi perilaku. Berikut ini adalah karakteristik modifikasi perilaku:

  • Fokus pada perilaku. Prosedur modifikasi perilaku didesain untuk mengubah perilaku, bukan karakteistik pribadi atau sifat. Di dalam modifikasi perilaku, perilaku yang akan dimodifikasi disebut sebagai perilaku targat (target behavior). Ada dua bentuk target perilaku dalam modifikasi perilaku:
  • Behavioral exceses adalah perilaku target yang negatif (tidak layak) yang ingin dikurangi frekuensi, durasi, atau intensitasnya, contohnya: perilaku merokok.
  • Behavioral deficit adalah aladah target perilaku yang positif (lanyak) yang ingin ditingkatkan frekuensi, durasi, atau intensitasnya, contohnya: perilaku gemar membaca.

Prosedur yang digunakan berdasarkan pada prinsip behaviour (behavioral principles).

Prinsip Dasar Dalam Modifikasi Perilaku:

  • Reinforcement
  • Extinction
  • Punisment
  • Stimulus control, dan
  • Respondent conditioning

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar